Minggu, 29 November 2009

Peran Mahasiswa dan Perguruan Tinggi

Oleh Roma Hadi Tri S
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sasatra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

MAHASISWA sebagai generasi muda merupakan asset dalam penerusan estafet kepemimpinan bangsa dan negara di masa depan. Karena dilihat dari segi kesempatan para mahasiswa mempunyai kesempatan dan peluang yang sangat besar untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Peranan mahasiswa yang pertama adalah agent of change, di mana Mahasiswa sebagai agen suatu peubahan yang diharapkan dalam rangka kemajuan bangsa. Dalam perubahan ini mahasiswa harus menjadi garda terdepan.
Kedua, mahasiswa sebagai agent of problem solfer. Di mana, mahasiswa harus menjadi generasi yang memberikan solusi dari setiap persoalan yang terjadi di dalam lingkungan dan bangsanya sendiri. Mahasiswa bisa membantu jalan keluar terhadap kondisi sulit yang diambil oleh pengambil keputusan.
Ketiga, mahasiswa sebagai agent of control. Fungsi ini dilakukan terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh penguasa Negara. Perguruan tinggi mempunyai tugas, kewajiban, tanggung jawab sebagi lembaga pendidikan tinggi serta selalu berusaha melakukan perbaikan-perbaikan baik secara akademik maupun nonakademik, guna memperoleh output yang berkualitas tinggi yang mempu menghadapi tantangan baik di masa kini maupun di masa depan.
Secara nonakademis pembinaan mahasiswaguna mengisi waktu luang selama mereka tidak melakukan kegiatan akademiknya, karena waktu tatap muka dengan tenaga edukatif sanagt sedikit.
Untuk kea rah pencapaian tujuan tersebut sudah selayaknya jika perguruan tinggi selalu mengupayakan agar suasana kampus kondusif. Baik kondusif dalam kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, maupun kegiatan ekstra kurikuler.
Peningkatan output mahasiswa menjadi perhatian besar sebagai raw input. Mahasiswa dan perguruan tinggi saling membutuhkan dalam ham pewujudan sikap profesionalisme.
Daya saing bangsa tergantung pada pengetahuan, values dan ketrampilan tenaga kerjannya. Faktor-faktor sebagai penentu daya saing diantarany: kesempatan bekerja, system peradilan yang fair, pajak, birokrasi, hak cipta, inovasi teknologi dan pendidikan, hubungan internasional. Peran perguruan tinggi ini hanya mampu dicapai denagn peningkatan kualitas sistem pendidikan yang ada, yang mencakup peningkatan SDM (dosen dan karyawan), kurikulum, strategi pembelajaran, dan sarana akademiknya.

(Artikel ini telah dimuat di Harian Surya, Rubrik Warteg pada tanggal 23 November 2009)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar